Connect with us

Suara Difabel Mandiri (SDM)

SDM Ajak Guru SLB se Jombang Peduli Kesehatan Difabel

Berita

SDM Ajak Guru SLB se Jombang Peduli Kesehatan Difabel

SDM Ajak Guru SLB se Jombang Peduli Kesehatan Difabel

Suaradifabelmandiri – Pendidikan kesehatan reproduksi bagi kalangan difabel (different of ability) adalah tema yang tidak banyak menarik perhatian publik. Padahal, potensi kekerasan seksual terhadap para penyandang difabilitas memiliki resiko dua kali lipat dibanding masyarakat pada umumnya. Demikian salah satu isu yang mengemuka dalam seminar Kesehatan Reproduksi Bagi Penyandang Difabel, pada Selasa (8/11/2016).

“Berdasarkan riset, orang difabel beresiko dua kali mengalami kekerasan seksual,” tegas Achmad Fathul Iman, direktur Suara Difabel Mandiri (SDM), penggagas kegiatan tersebut.

Tidak kurang dari 45 orang kepala sekolah dan guri SLB se Jombang mengikuti acara tersebut. Sejumlah narasumber  juga hadir dalam seminar yang juga didukung Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Jawa Timur itu. Antara lain adalah Rochaniyati dari Sebaya Youth Center dan Nailatin Fauziyah, Psikolog dari Woman’s Crisis Center (WCC).

Rochaniyati dari Sebaya Youth Center dalam kesempatan tersebut membeberkan data riset BPPKB (Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana ) Jombang yaitu 1 % remaja di Jombang pernah melakukan hubungan sexual. “Enam puluh persen dari angka itu, melakukan hubungan sex di rumah pasangannya,” kata aktivis perempuan yang akrab dipanggil Ida ini.

Selain itu, temuan lain dari riset itu adalah 45 % remaja Jombang sudah pernah menonton film porno. “Ini tentu menjadi fenomena yang patut diperhatikan bersama. Terutama bila dikaitkan dengan sexual harassment yang bisa mengancam para penyandang difabilitas kapan saja dan di mana saja,” ujar Ida.

Menimpali temuan tersebut, psikolog dari Woman’s Crisis Center (WCC), Nailatin Fauziyah, menegaskan pentingnya perhatian lingkungan terdekat kepada remaja. “Komunikasi orang tua dengan anak yang bagus merupakan salah satu cara menghindari kekerasan seksual,” kata fauziyah.

Berdasarkan data dari  WCC ada 2 kasus kekerasan dan peleccehan seksual  yang terjadi pada remaja difabel di Jombang selama tahun 2015 “Difabel adalah kelompok yang beresiko dua kali lipat mengalami pelecehan seksual, pada tahun 2015 terdapat dua kasus di Jombang” Ucap Nailatin Fauziah

Catatan penting dari seminar yang di gelar di aula Sekolah Luar Biasa (SLB) Muhammadiyah itu, menurut pemrakarsa kegiatan Achmad Fathul Iman adalah tumbuhnya kesadaran dari para guru dan kepala sekolah SLB terhadap pentingnya materi kesehatan reproduksi.

“Mereka ingin pelajaran kesehatan reproduksi diajarkan di setiap sekolah khususnya SLB,” pungkas pria yang pernah mendapat beasiswa dari Young South East Asia Leader Initiative (YSEALI) ini. (*)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Berita

To Top