Connect with us

Suara Difabel Mandiri (SDM)

Memahami Prinsip Antara Kasian Dan Keperdulian Kepada Disabilitas

Berita

Memahami Prinsip Antara Kasian Dan Keperdulian Kepada Disabilitas

Oleh : Rizky Ramadhani

            Sampai saat ini masih banyak orang non disabilitas yang menganggap bahwa disabilitas bagian kelompok yang perlu untuk dikasihani, namun tak jarang juga beberapa orang non disabilitas yang berpendapat bahwa disabilitas sesungguhnya tak perlu untuk dikasiani. Sebenarnya jika kita mmembahas antara kasian atau tidak kepada disabilitas, jawabannya bisa sangat subjektif dan relatif. Pasalnya dari disabilitasnya sendiri ada yang setuju apabila dirinya dikasiani, tapi ada pula disabilitas yang tidak setuju apabila dirinya dikasiani. Persoalannya kian kompleks karena sejatinya rasa kasian itu tidak bisa manusia atur. Maksudnya adalah jika seseorang melihat disabilitas dan saat itu orang tersebut merasakan kasian dalam hatinya, tentu kita tidak akan bisa melarangnya untuk merasa demikian.

            Pada dasarnya perlu atau tidak merasa kasihan kepada disabilitas, harus dikembalikan kepada individu ataupun motifnya. Ada yang merasa kasian karena menganggap disabilitas merupakan kelompok yang tidak berdaya, ada yang merasa kasian karena menilai dirinya lebih sempurnah dibanding para disabilitas, serta masih banyak motif lainnya. Di kondisi seperti itu, seyogjanya disabilitas mustinya bisa belajar berbuat lebih bijaksana. Dalam artian ketika ada seseorang yang baru dikenal tiba-tiba mengatakan kasian karena melihat dirinya sebagai disabilitas, maka disabilitas sebenarnya tidak perlu semena-mena merasa tersinggung ataupun langsung berkata bahwa saya tidak perlu dikasiani, sebab kita belum mengetahui apa motif orang tersebut berkata demikian.

            Berbeda halnya dengan keperdulian, jika kata kasihan biasanya hanya berupa ucapan, maka kata keperdulian selalu diikuti dengan aksi nyata. Walaupun tentu output yang diberikan setiap orang dalam keperdulian pasti sangat beragam dan berbeda-beda, namun dapat kita sepakati bahwa keperdulian sesungguhnya lebih dibutuhkan ketimbang sekedar rasa kasian. Apalah artinya sebuah kata kasian jika tidak ada tindakkan? Pasalnya dengan keperdulian, banyak disabilitas yang akan banyak mendapat kemudahan dalam berbagai aspek kehidupan.

            Keperdulian akan pendidikannya, keperdulian akan status sosialnya, serta keperdulian-keperdulian yang lainnya. Yang pasti keperdulian dapat kita sepakati memiliki tindakkan yang nyata, entah itu keperdulian dengan memberikan sumbangan, ataupun keperdulian yang bentuknya berupa informasi pekerjaan. Sehingga dengan rasa keperdulian yang tinggi kepada disabilitas, harapannya mmakin banyak orang awam yang mengenal dan mampu memahami perihal kebutuhan para disabilitas.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Berita

To Top