Connect with us

Suara Difabel Mandiri (SDM)

Difabel Jombang Meriahkan Gerak Jalan Tingkat Kabupaten

Berita

Difabel Jombang Meriahkan Gerak Jalan Tingkat Kabupaten

Tak hanya siswa reguler siswa luar biasa di Kota Santri juga turut menyemarakkan HUT Kemerdekaan RI ke-72 dengan mengikuti lomba gerak jalan kemarin (19/8).

Ini merupakan pertama kalinya mereka berpartisipasi dalam lomba gerak jalan di Kabupaten Jombang. Seperti apa?

RICKY VAN ZUMA, Jombang

BEGITU nomor peserta dipanggil, sang komando langsung memberi aba-aba satu regu berseragam Hizbul Wathan (HW), atasan hijau dan celana biru tua. Satu per satu siswa SLB ini berbaris rapi hingga membentuk sebuah regu. Lengkap dengan ketua dan wakil.

Sekilas regu siswa difabel ini tidak jauh berbeda dengan regu lainnya. Namun jika diperhatikan dengan jeli, mereka menggunakan isyarat untuk aba-aba. Misal mengangkat tangan kiri untuk menggantikan aba-aba belok kanan dan sebaliknya.

Selain itu, regu ini memang tidak memiliki yel-yel seperti regu lainnya sehingga bisa didengar dan dilihat masyarakat. Mereka hanya menggunakan isyarat. ”Hanya siswa tunarungu-wicara dan tunagrahita yang ikut gerak jalan ini. Sebab mereka yang paling siap dan mampu mengikuti gerak jalan ini,” ujar Yudi Herianto, salah satu guru SLB Muhammadiyah Jombang.

Ditambahkannya siswa dengan ketunaan yang lain kondisinya tidak memungkinkan jika harus bersaing dengan siswa reguler.

Apalagi jarak tempuh gerak jalan ini cukup jauh untuk mereka. ”Jumlah siswa SLB memang tidak banyak.

Untuk membentuk satu regu gerak jalan ini, kami kumpulkan anak-anak SDLB, SMPLB dan SMALB,” bebernya.

Meski demikian, anak-anak ini tampak kompak mengikuti gerak jalan untuk tingkat SD di Kabupaten Jombang kemarin (19/8), dan bersaing dengan 166 regu lainnya baik putera maupun puteri.

Berbeda dengan regu lainnya yang menargetkan meraih gelar juara, para siswa difabel ini hanya menargetkan untuk mencapai garis finis. Sebab, keikutsertaan mereka kali ini adalah yang pertama.

”Kami sudah berjaga-jaga misalnya anak-anak tidak kuat sampai finis, kami akan berhentikan di rumah salah satu guru,” cetusnya.

Namun ia sangat bersyukur dan bangga regu siswa difabel ini bisa menyelesaikan gerak jalan hingga garis finis. ”Iya memang capek mengikuti gerak jalan ini tapi saya tetap semangat.

Saya senang bisa selesai gerak jalan dari start sampai finish,” lontar Irul, salah satu siswa dengan menggunakan bahasa isyarat.

Siswa tunarungu ini mengaku berlatih gerak jalan setiap pagi dengan teman-temannya. Diakuinya jika kondisi mereka yang berbeda menjadi kendala dalam baris-berbaris. Namun mereka punya cara tersendiri mengatasi keterbatasan.

Diantaranya, dengan menggunakan aba-aba isyarat untuk komando dan sebagainya. Sebab mayoritas anggota regu adalah tunarungu.

”Saya tidak menyangka itu anak-anak SLB, mereka tidak jauh berbeda dengan regu lainnya,” celetuk Kiki, salah satu penonton.

Ia pun cukup terharu melihat semangat nasionalisme anak-anak difabel yang luar biasa tinggi untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan RI. Di tengah keterbatasan fisik dan mental, mereka mampu menampilkan yang terbaik hingga berhasil mencapai garis finis.

(jo/ric/bin/JPR)

source : http://www.jawapos.com/radarjombang/read/2017/08/20/8560/ketika-siswa-slb-di-jombang-ikut-lomba-gerak-jalan

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Berita

To Top