Connect with us

Suara Difabel Mandiri (SDM)

4 Olahraga Sederhana Yang Bisa Dilakukan Oleh Difabel Netra di Masa Pandemi Corona

Artikel

4 Olahraga Sederhana Yang Bisa Dilakukan Oleh Difabel Netra di Masa Pandemi Corona

Oleh : Rizky Ramadhani

Berkeringat dan sehat adalah hak semua orang, termasuk juga mereka difabel netra. Di masa pandemi ini kesehatan menjadi hal yang wajib diperhatikan, karena dengan badan yang sehat kemungkinan terpapar virus Corona akan semakin berkurang. Oleh sebab itu olahraga merupakan opsi paling efektif untuk terus menjaga kesehatan, begitu pula difabel netra dengan segala keterbatasan pengelihatan yang dimilikinya. sesungguhnya ada beberapa olahraga sederhana yang bisa mereka lakukan selama pandemi Corona ini. Sehingga bisa dilakukan di lingkungan rumah serta tidak memerlukan biaya yang banyak untuk membeli peralatan, jadi sudah tidak ada alasan lagi perihal difabel netra tidak berolahraga disebabkan keterbatasan penglihatan ataupun belum mempunyai alat.

Seyogjanya kesadaran berolahraga ini datang dari diri difabel netra itu sendiri, namun tidak ada salahnya jika orang-orang disekitar juga memberikan dorongan agar mereka mau berolahraga. Pada tulisan ini akan disajikan beberapa opsi olahraga bagi difabel netra, harapannya dengan adanya tulisan ini dapat memberikan insight baru kepada para pembaca yang mempunyai keluarga ataupun kerabat difabel netra. Pasalnya walaupun informasi ini mungkin terlihat sederhana, tapi masih jarang masyarakat di luar sana yang mengetahuinya, bahkan tak jarang banyak difabel netra yang tidak pernah berolahraga akibat belum mengerti.

Beberapa olahraga sederhana yang bisa dilakukan, yaitu:

  1. Sepak bola.
    Mungkin sebagian dari ppembbaca akan terheran-heran apabila membaca tulisan ini, tapi pada dasarnya olahraga sepak bola bukanlah sesuatu yang aneh atau mustahil untuk dilakukan oleh difabel netra. Sebagian besar dari kalian pasti bertanya-tanya, bagaimana cara difabel netra bermain bola tanpa melihat? Jadi begini aturan dasarnya:
    Pada olahraga sepak bola yang dilakukan difabel netra, bola yang digunakan adalah bola khusus yang di dalamnya berisi baut dan kawat, namun apabila tidak memiliki bola khusus tersebut, sebenarnya bisa digantikan menggunakan bola plastik yang diisi dengan beras maupun batu kecil-kecil. Tujuan bola tersebut diisi seperti itu supaya ketika bola bergerak dapat menimbulkan bunyi, sehingga difabel netra bisa mengira-ngira pada saat akan menendang bola berdasarkan bunyi yang dihasilkan. Pada saat pertandingan sepak bola antar difabel netra, biasanya antara gawang yang satu dengan gawang yang satunya diberi tanda dengan suara yang berbeda agar difabel netra bisa membedakan gawang lawannya. Tetapi sangat tidak disarankan mengajak difabel netra bermain sepak bola di gang ataupun kawasan yang kurang aman lainnya, pasalnya dengan keterbatasan pengelihatan yang mereka alami tidak menutup kemungkinan dapat terjadi hal-hal yang tidak dikehendaki. Mencari tanah lapang ataupun lingkungan bebas hambatan merupakan pilihan yang sangat bijak, sebab akan memperkecil terjadinya difabel netra terjatuh akibat tersandung maupun menabrak benda yang tidak disengaja.
  2. Lari pagi.
    Mungkin bagi sebagian besar orang lari bukanlah sesuatu yang patut untuk dibahas, namun berbeda kasusnya apabila yang melakukannya seorang difabel netra. Jadi begini aturan dasarnya:
    Jika di dalam perlombaan, di kanan kiri difabel netra akan diberi tali yang gunanya agar difabel netra tetap berlari sesuai jalur, namun jika sekedar lari pagi difabel netra cukup memegang satu tali yang dihubungkan kepada teman ataupun keluarga yang mengiringi, hal tersebut digunakan untuk mengoreksi difabel netra apabila berlari terlalu ketengah maupun hampir menabrak benda di depannya.
  3. Angkat beban.
    Pada dasarnya olahraga angkat beban ini bisa dikatakan olahraga yang relatif aman serta simpel untuk dilakukan, bahkan oleh difabel netra sekalipun. Harga dambel yang relatif murah serta bentuknya yang tidak terlalu besar, membuat olahraga angkat beban bisa tetap dilakukan walaupun sedang berada di dalam rumah.
  4. Catur netra.
    Sesungguhnya catur adalah cabang olahraga otak, tapi tidak ada salahnya apabila dimasukkan dalam daftar kali ini, pasalnya selama pandemi Corona ini pikiran kita kerap kali dibuat setres dengan kondisi yang terjadi, sehingga dengan olahraga catur difabel netra dapat sedikit membuang beban pikiran. Jadi aturan dasarnya:
    Berdasarkan cara mainnya, catur netra tidak memiliki perbedaan apabila dibandingkan dengan catur yang biasa dimainkan oleh orang awas. Hanya saja papan yang digunakan di catur netra mempunyai sedikit penyesuaian, seperti kotak bagian hitam akan lebih menonjol dan bertekstur kasar ketimbang kotak bagian putih. Selain itu di tengah-tengah setiap bidak catur akan terdapat lobang yang berfungsi untuk meletakkan buah catur agar tidak mudah jatuh apabila tidak sengaja tersentuh, kemudian bagian buah catur dibedakan dengan buah hitam terdapat paku di atasnya sedangkan buah putih tidak ada.

Sebenarnya masih banyak olahraga-olahraga yang bisa dilakukan oleh difabel netra, sebut saja seperti tenis meja, tollak peluru, lempar cakram serta masih banyak lagi, namun sayangnya olahraga-olahraga tersebut memerlukan alat dan tempat khusus, sehingga tidak semua difabel netra bisa melakukannya.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Artikel

To Top